Connect with us

Pemain

Batu Karang Itu Justino Pinheiro

Published

on

Lini belakang Persebaya Surabaya beruntung sempat diperkuat oleh legiun asing asal Brazil bernama Justino Pinheiro da Silva di musim 1996/97. Diketahui bahwa kedatangan Justino ke Indonesia ternyata diajak oleh kompatriotnya Jacksen F. Tiago.

Kemampuan pemain bernomor punggung enam belas ini komplet. Piawai dan lugas dalam bertahan serta mampu mencetak gol disaat dibutuhkan. Dalam formasi paten 3-5-2 ketika itu, nama Justino selalu hadir di lini belakang Green Force bersama-sama dengan Bejo Sugiantoro dan Khairil Anwar Ohorella/Mursyid Effendi.

Semusim bersama Tim Bajul Ijo, Justino mencetak empat gol dan ikut berkontribusi aktif menyumbangkan gelar juara Liga Kansas 1996/97.

Dan hari ini (25 Juli), pada tanggal 23 tahun silam, Justino mencetak gol penentu lolosnya Persebaya Surabaya ke partai final Liga Kansas 1996/97 setelah menumbangkan seteru klasik, PSM Makassar dengan skor 3-2.

Diketahui bahwa Justino Pinheiro da Silva telah meninggal dunia beberapa tahun yang lalu di Brazil. Semoga arwahnya diterima disisi-Nya. (*)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Pemain

Taisei Marukawa: Pencetak Gol Ke-900 Persebaya di Liga Indonesia

Published

on

Fiuh…! Laga seru dan menegangkan kontra Persija (26/10) di BRI Liga 1 2021/22 telah usai. Di partai klasik ini tim tamu Persebaya mengkandaskan perlawanan tuan rumah Persija dengan skor tipis, 0-1 melalui gol yang dicetak oleh pemain sayap eksplosif asal Jepang, Taisei Marukawa.

Pemain bernomor punggung sepuluh ini berhasil mencetak gol memanfaatkan umpan jauh dari Muhammad Hidayat yang gagal diantisipasi oleh dua pemain belakang Persija Jakarta, yaitu Rezaldi Hehanusa dan Otavio Dutra.

Hingga pekan kesembilan BRI Liga 1 2021/22, ini adalah gol ketiga Taisei Marukawa dari delapan kali penampilan.

Gol semata wayang ini tak hanya mengantarkan kemenangan Tim Bajul Ijo. Tetapi memiliki catatan menarik lainnya dalam sejarah Persebaya Surabaya. Ini adalah gol ke-900 bagi Persebaya sejak keikutsertaan mereka di Liga Indonesia musim 1994/1995 yang lalu.

Selamat Taisei Marukawa! Selamat Persebaya! (*)

Grafis dari @StatsRawon
Continue Reading

Pemain

Bek Sayap Kanan Flamboyan: Anang Ma’ruf

Published

on

Arek Petemon, Surabaya kelahiran 28 Mei 1976 ini mulai merintis karir bermain bolanya bersama klub internal kompetisi Persebaya, Indonesia Muda. Posisi awal Anang Ma’ruf adalah gelandang. Sampai disini paham kan dari mana umpan-umpan terukur Anang bermula? Pergeseran posisinya menjadi pemain bek sayap kanan bermula dari cederanya Anang di sebuah pertandingan. Oleh tim pelatih, Anang kemudian dimainkan di posisi bek sayap kanan, dan cocok!

Selanjutnya karir Anang Ma’ruf bersama Persebaya adalah sejarah. Di periode pertama memperkuat Tim Bajul Ijo (1995-1999), pemain bernomor punggung dua ini menyumbangkan satu gelar kampiun Liga Kansas 1996/97. Di periode keduanya (2004-2010), lagi-lagi Anang menyumbangkan satu gelar juara Divisi Utama 2004 dan satu titel kampiun Divisi Satu 2006.

Eks pemain internasional Indonesia dikenal sebagai pemain yang berpenampilan rapi di dalam lapangan dan nyaris tak pernah melakukan takling berbahaya bagi lawannya. (*)

Continue Reading

Pemain

Aji Santoso: Kereta Ekspres Dari Malang

Published

on

Aji Santoso datang memperkuat Persebaya Surabaya di musim 1995/96 dengan predikat pemain termahal se-Indonesia. Mantan kapten Arema Malang yang berposisi sebagai pemain bek sayap kiri ini dikontrak senilai Rp 45.000.000 dan didaftarkan dahulu sebagai pemain KSI, salah satu klub anggota kompetisi internal Persebaya Surabaya.

Arek Kepanjen ini kemudian kembali didaulat sebagai kapten Tim Persebaya Surabaya untuk empat musim kedepan. Tugas yang sama diemban pula olehnya di Timnas Indonesia bergantian dengan Robby Darwis, Ansyari Lubis dan Fachry Husaini.

Beberapa hal yang diingat ketika Aji Santoso bermain adalah determinasinya di lapangan hijau, kemampuannya menusuk lini pertahanan lawan dari lini kedua, kemampuan memberikan umpan silang dan penyelesaian akhir yang dingin didepan gawang lawan.

Selama empat musim berseragam hijau-hijau, Aji Santoso mempersembahkan satu gelar juara Liga Kansas 1996/97. (*)

Continue Reading

Trending