Connect with us

Jersey

Jersey Homecoming Game 2017, Simbol Penahbisan Sang Kapten Muda Persebaya

Published

on

Rachmat Irianto pasti akan mengingat momen partai eksebisi Homecoming Game melawan PSIS Semarang di pra-musim 2017. Bagaimana tidak, ia seakan menjadi sorotan utama dan protagonista pada pertandingan tersebut.

Anak dari legenda Persebaya Surabaya, Bejo Sugiyantoro itu menyandang status kapten dengan usia yang baru menginjak 17 Tahun saat itu. Sebenarnya ia juga telah menjadi kapten pada laga away di Semarang sebelumnya, ketika Persebaya kalah 1-0 dari tuan rumah.

Namun tentu Homecoming Game 2017 jauh lebih spesial, karena pertandingan itu adalah kali pertama setelah nyaris 4 Tahun Persebaya Surabaya (dengan status tim yang diakui federasi), kembali menjejakkan kaki di ‘rumah’ mereka, Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Selain itu, Rian -sapaan akrab Rachmat Irianto- juga diserahi ‘mandat’ langsung oleh Mat Halil kapten pada pertandingan tersebut (yang pada akhirnya juga merupakan pertandingan terakhir di penghujung karir profesionalnya). Mat Halil sendiri yang melingkarkan ban kapten di lengan Rian, ketika ia digantikan di babak 2.

Lebih sempurna, Rian sendirilah yang mencetak gol tunggal kemenangan dari titik putih kala itu. Mengenakan jersey pra-musim dengan sponsor Jawa Pos di bagian dada, dan nomer 13 di punggung, Rian dengan sempurna mengecoh penjaga gawang PSIS Semarang. Membuat sekitar 55.000 supporter yang hadir bergemuruh. (*)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Jersey

Nostalgia di Jersey Persebaya Tempoe Doeloe

Published

on

Lapangan Prapat Kurung, Surabaya (24/04/2015), para legenda Persebaya yang menamai tim mereka dengan nama Persebaya Tempoe Doeloe berkumpul untuk mengadakan pertandingan silaturahmi guna memeriahkan acara HUT Petikemas XVI.

Tampak tim yang dihuni para pemain legendaris Bajoel Ijo tersebut menggunakan jersey berwarna hijau dengan tulisan ‘Persebaya Tempoe Doeloe’ dan logo bordir Persebaya di dada.

Pada pertandingan melawan jajaran manajemen yang tergabung dalam tim Pelabuhan FC itu akhirnya dimenangkan oleh Persebaya Tempoe Doeloe dengan skor tipis 3-2.

Nampak beberapa legenda Persebaya yang bergabung dalam tim Persebaya Tempoe Doeloe seperti Maura Hally, Budi Santoso, Nurkiman, Muharram Rusdiana, Budi Johanis, Yusuf Eko Dono, Mat Halil dan banyak lainnya. (*)

Continue Reading

Jersey

Jersey Diadora 2009/10 yang Sarat Kisah dan Sejarah

Published

on

Musim 2009/10 tentu begitu membekas bagi para pendukung Persebaya Surabaya. Bak roller coaster, pada musim itu Green Force begitu terombang-ambing hingga pada akhir musim ‘dipaksa’ turun kasta akibat serangkaian kejadian ganjil yang begitu memberatkan Persebaya.

Mengingat kembali jersey Diadora yang menjadi sponsor apparel resmi saat itu. Persebaya memiliki 3 varian jersey pemain, home hijau, away putih, dan third hitam dan juga 3 varian jersey kiper dengan alternatif warna kuning, hitam, dan hijau.

Ada 2 sponsor yang dikenakan pada musim tersebut yakni AIM Biscuit untuk kompetisi ISL dan Bank Windu untuk kompetisi Piala Indonesia.

Adapun catatan lain yang menjadi kenangan tersendiri, di musim 2009/10 merupakan musim terakhir sang legenda, Anang Ma’ruf membela Bajoel Ijo. Yang mana ia juga sempat mengalami cedera parah dislokasi siku saat pertandingan melawan Persitara Jakarta Utara, akibat tekel keras dari Sutikno.

Salah satu jersey yang sangat iconic dan bisa dikatakan sebagai saksi bisu cikal bakal era resistensi Persebaya Surabaya berdampingan dengan Bonek melawan PSSI. (*)

Continue Reading

Jersey

Dua Musim dengan Dua Sejarah Kelam bersama Apparel Reebok

Published

on

Apparel Reebok sempat menjadi sponsor tunggal pemasok perlengkapan seluruh tim Liga Indonesia pada musim 1998/99 dan 1999/00. Termasuk Persebaya tentunya yang kala itu menjadi salah satu tim yang sangat diperhitungkan untuk menjadi jawara, dengan squad bertabur bintangnya.

Sebut saja Hendro Kartiko, Musa Kallon, Aji Santoso, Reinold Pietersz, Bejo Sugiantoro, Mursid Efendi, Uston Nawawi, Anang Ma’ruf, dan sederet nama beken lainnya.

Tapi nyatanya, pada era itu, tepat di dua musim dengan apparel asal Inggris tersebut, menyisakan pula dua luka yang mendalam bagi Persebaya Surabaya dan pendukungnya.

Adalah ketika pertandingan final musim 1998/99, tepatnya pada 9 April 1999, secara mengejutkan dan menyakitkan Persebaya Surabaya yang bermaterikan pemain-pemain mewah malah dipaksa kalah melawan PSIS Semarang yang bermaterikan pemain-pemain yang tergolong biasa-biasa saja, berkat gol tunggal ‘Diego’ Tugiyo.

Jersey Persebaya musim 1999/00 milik Alm. Eri Iriyanto yang dipajang di museum piala di mess Eri Iriyanto, Karanggayam, Surabaya

Masih belum sembuh luka di final kala itu. Lagi-lagi pada Bulan April setahun berikutnya, tepatnya pada 3 April 2000, dan lagi-lagi juga ketika melawan tim dari Jawa Tengah, PSIM Yogyakarta. Salah seorang gelandang terbaik yang dimiliki Persebaya Surabaya dan Timnas Indonesia, Eri Iriyanto meregang nyawa setelah insiden benturan keras dengan pemain PSIM asal Gabon, Samson Kinga, di Stadion Gelora 10 Nopember Surabaya. Kini jersey Reebok yang terakhir kali dikenakan almarhum telah diabadikan di museum di mess Eri Iriyanto, Karanggayam Surabaya untuk mengenang kepergiannya.

Dua duka, dua luka yang mendalam bagi seluruh insan Persebaya Surabaya, yang dua-duanya dialami ketika mengenakan apparel Reebok. (*)

Continue Reading

Trending