Connect with us

Jersey

Jersey Bersponsor Kapal Api Bawa Hoki

Published

on

Persebaya memang nampaknya berjodoh dengan Kapal Api. Kali pertama di musim 2006 produsen kopi kemasan asal Surabaya itu menjadi sponsor utama Persebaya Surabaya mengarungi Divisi 1 Liga Indonesia.

Dan hasilnya? Persebaya berhasil bablas menjadi kampiun musim tersebut setelah mengalahkan Persis Solo di Stadion Brawijaya Kediri dengan sepasang gol dari duo Ariyanto (Nova Ariyanto pada menit 41 dan own goal Denny Ariyanto pada menit 64). Gelar yang sangat penting mengingat Bajoel Ijo yang disanksi turun kasta karena mengundurkan diri dari gelaran 8 besar Divisi Utama 2005.

Selang satu dekade berikutnya, mengawali wajah baru Persebaya yang diakuisisi Jawa Pos Group setelah terpuruk kurang lebih selama empat Tahun akibat dualisme. Persebaya kembali ke kompetisi resmi PSSI sebagai “anak hilang” dan juga memulai dari kasta kedua, kali ini bernama Liga 2 di musim 2017. Cukup kebetulan, sponsor utama yang digandeng adalah Kapal Api. Kembali bertengger di bagian dada jersey Persebaya Surabaya. Dan hasilnya, lagi-lagi Persebaya Surabaya berhasil menjadi juara Liga 2 musim 2017 setelah di final berhasil mengandaskan perlawanan PSMS Medan dengan skor 3-2 (Gol dicetak oleh Rishadi Fauzi dan dua gol lainnya oleh Irfan Jaya) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Di musim 2018, Persebaya yang berkompetisi di Liga 1 kembali melanjutkan kerjasama suksesnya dengan Kapal Api. Sepertinya kedua brand ini memang (semoga) berjodoh soal kerjasama di momen bersejarah dan menuai prestasi. (*)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Jersey

Jersey Homecoming Game 2017, Simbol Penahbisan Sang Kapten Muda Persebaya

Published

on

Rachmat Irianto pasti akan mengingat momen partai eksebisi Homecoming Game melawan PSIS Semarang di pra-musim 2017. Bagaimana tidak, ia seakan menjadi sorotan utama dan protagonista pada pertandingan tersebut.

Anak dari legenda Persebaya Surabaya, Bejo Sugiyantoro itu menyandang status kapten dengan usia yang baru menginjak 17 Tahun saat itu. Sebenarnya ia juga telah menjadi kapten pada laga away di Semarang sebelumnya, ketika Persebaya kalah 1-0 dari tuan rumah.

Namun tentu Homecoming Game 2017 jauh lebih spesial, karena pertandingan itu adalah kali pertama setelah nyaris 4 Tahun Persebaya Surabaya (dengan status tim yang diakui federasi), kembali menjejakkan kaki di ‘rumah’ mereka, Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Selain itu, Rian -sapaan akrab Rachmat Irianto- juga diserahi ‘mandat’ langsung oleh Mat Halil kapten pada pertandingan tersebut (yang pada akhirnya juga merupakan pertandingan terakhir di penghujung karir profesionalnya). Mat Halil sendiri yang melingkarkan ban kapten di lengan Rian, ketika ia digantikan di babak 2.

Lebih sempurna, Rian sendirilah yang mencetak gol tunggal kemenangan dari titik putih kala itu. Mengenakan jersey pra-musim dengan sponsor Jawa Pos di bagian dada, dan nomer 13 di punggung, Rian dengan sempurna mengecoh penjaga gawang PSIS Semarang. Membuat sekitar 55.000 supporter yang hadir bergemuruh. (*)

Continue Reading

Jersey

Nostalgia di Jersey Persebaya Tempoe Doeloe

Published

on

Lapangan Prapat Kurung, Surabaya (24/04/2015), para legenda Persebaya yang menamai tim mereka dengan nama Persebaya Tempoe Doeloe berkumpul untuk mengadakan pertandingan silaturahmi guna memeriahkan acara HUT Petikemas XVI.

Tampak tim yang dihuni para pemain legendaris Bajoel Ijo tersebut menggunakan jersey berwarna hijau dengan tulisan ‘Persebaya Tempoe Doeloe’ dan logo bordir Persebaya di dada.

Pada pertandingan melawan jajaran manajemen yang tergabung dalam tim Pelabuhan FC itu akhirnya dimenangkan oleh Persebaya Tempoe Doeloe dengan skor tipis 3-2.

Nampak beberapa legenda Persebaya yang bergabung dalam tim Persebaya Tempoe Doeloe seperti Maura Hally, Budi Santoso, Nurkiman, Muharram Rusdiana, Budi Johanis, Yusuf Eko Dono, Mat Halil dan banyak lainnya. (*)

Continue Reading

Jersey

Jersey Diadora 2009/10 yang Sarat Kisah dan Sejarah

Published

on

Musim 2009/10 tentu begitu membekas bagi para pendukung Persebaya Surabaya. Bak roller coaster, pada musim itu Green Force begitu terombang-ambing hingga pada akhir musim ‘dipaksa’ turun kasta akibat serangkaian kejadian ganjil yang begitu memberatkan Persebaya.

Mengingat kembali jersey Diadora yang menjadi sponsor apparel resmi saat itu. Persebaya memiliki 3 varian jersey pemain, home hijau, away putih, dan third hitam dan juga 3 varian jersey kiper dengan alternatif warna kuning, hitam, dan hijau.

Ada 2 sponsor yang dikenakan pada musim tersebut yakni AIM Biscuit untuk kompetisi ISL dan Bank Windu untuk kompetisi Piala Indonesia.

Adapun catatan lain yang menjadi kenangan tersendiri, di musim 2009/10 merupakan musim terakhir sang legenda, Anang Ma’ruf membela Bajoel Ijo. Yang mana ia juga sempat mengalami cedera parah dislokasi siku saat pertandingan melawan Persitara Jakarta Utara, akibat tekel keras dari Sutikno.

Salah satu jersey yang sangat iconic dan bisa dikatakan sebagai saksi bisu cikal bakal era resistensi Persebaya Surabaya berdampingan dengan Bonek melawan PSSI. (*)

Continue Reading

Trending