Connect with us

Pemain

Bicara Kesetiaan, Ingat Mursyid Effendi

Published

on

Sesaat malam datang
Menjemput kesendirianku
Dan bila pagi datang
Kutahu kau tak disampingku
Aku masih disini untuk setia

Sepenggal lirik lagu Setia yang dibawakan oleh grup musik Jikustik ini sepertinya cocok untuk menilai karir pemain ini bersama Persebaya. Apa pun yang terjadi, Persebaya  selalu dalam hatinya.

Nah sekarang, siapa tak kenal dengan sosok yang ramah ini? Namanya melegenda di seantero penggemar Persebaya yang juga lazim dikenal sebagai Bonek. Ya dia adalah Mursyid Effendi. Arek Benowo kelahiran 23 April 1972 menjadi figur yang mudah dikenali di dalam dan di luar lapangan.

Karir panjang Cak Kimung, panggilan akrab Mursyid Effendi, bersama Persebaya di mulai di Liga Dunhill I musim 1994-1995. Saat itu Cak Kimung lolos seleksi untuk memperkuat tim Persebaya  yang akan berlaga di kompetisi profesional perdana di Indonesia gabungan antara Kompetisi Perserikatan dan Kompetisi Galatama.

Meskipun Persebaya berganta-ganti pelatih di kompetisi setelahnya. Nama Mursyid Effendi selalu ada dalam tim. Mulai dari trio pelatih Tim Bajul Ijo. Yakni Mudayat, Tabrian D.S., dan Setyo Kusmedi hingga terakhir dilatih oleh Ibnu Grahan, kontribusi Mursyid selalu dinantikan .

Posisinya sebagai stopper seakan tak tergantikan. Bahkan dirinya pernah dipanggil memperkuat Timnas Indonesia pada gelaran Piala Tiger 1998 di Vietnam. Saat itu timnas dilatih oleh Rusdy Bahalwan. Pelatih yang juga pernah melatih Mursyid Effendi di Persebaya Surabaya dan Tim Sepak Bola PON XIV Jatim.

Secara statistik, Mursyid Effendi pernah memperkuat Persebaya sebanyak 13 musim (tahun) tanpa henti. Terhitung mulai tahun 1994 hingga tahun 2007.  Dan total penampilan sebanyak 262 pertandingan serta raihan gol sebanyak 7 gol.

Prestasinya bersama tim kebanggaan Arek-Arek Suroboyo ini adalah dua kali kampiun Liga Indonesia di tahun 1997 dan tahun 2004. Serta dua kali membawa Green Force menjuarai Kompetisi Divisi Satu Liga Indonesia dan berhak promosi ke Divisi Utama Liga Indonesia di tahun 2003 dan 2006.

Mursyid Effendi juga memiliki akademi futsal yang bernama Mursyid Effendi 6 Futsal Academy (ME6FA) yang berlokasi di Benowo, Surabaya.

Saat ini Mursyid Effendi menjadi pelatih Persiga Trenggalek dibantu oleh koleganya Khairil Anwar Ohorella sebagai asisten pelatih. Bukan tidak mungkin suatu ketika Mursyid Effendi bakal melatih Persebaya.

Sehat dan sukses selalu Cak Kaji Kimung!

*) Sumber: Pemerhati Sejarah Persebaya

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Pemain

Taisei Marukawa: Pencetak Gol Ke-900 Persebaya di Liga Indonesia

Published

on

Fiuh…! Laga seru dan menegangkan kontra Persija (26/10) di BRI Liga 1 2021/22 telah usai. Di partai klasik ini tim tamu Persebaya mengkandaskan perlawanan tuan rumah Persija dengan skor tipis, 0-1 melalui gol yang dicetak oleh pemain sayap eksplosif asal Jepang, Taisei Marukawa.

Pemain bernomor punggung sepuluh ini berhasil mencetak gol memanfaatkan umpan jauh dari Muhammad Hidayat yang gagal diantisipasi oleh dua pemain belakang Persija Jakarta, yaitu Rezaldi Hehanusa dan Otavio Dutra.

Hingga pekan kesembilan BRI Liga 1 2021/22, ini adalah gol ketiga Taisei Marukawa dari delapan kali penampilan.

Gol semata wayang ini tak hanya mengantarkan kemenangan Tim Bajul Ijo. Tetapi memiliki catatan menarik lainnya dalam sejarah Persebaya Surabaya. Ini adalah gol ke-900 bagi Persebaya sejak keikutsertaan mereka di Liga Indonesia musim 1994/1995 yang lalu.

Selamat Taisei Marukawa! Selamat Persebaya! (*)

Grafis dari @StatsRawon
Continue Reading

Pemain

Bek Sayap Kanan Flamboyan: Anang Ma’ruf

Published

on

Arek Petemon, Surabaya kelahiran 28 Mei 1976 ini mulai merintis karir bermain bolanya bersama klub internal kompetisi Persebaya, Indonesia Muda. Posisi awal Anang Ma’ruf adalah gelandang. Sampai disini paham kan dari mana umpan-umpan terukur Anang bermula? Pergeseran posisinya menjadi pemain bek sayap kanan bermula dari cederanya Anang di sebuah pertandingan. Oleh tim pelatih, Anang kemudian dimainkan di posisi bek sayap kanan, dan cocok!

Selanjutnya karir Anang Ma’ruf bersama Persebaya adalah sejarah. Di periode pertama memperkuat Tim Bajul Ijo (1995-1999), pemain bernomor punggung dua ini menyumbangkan satu gelar kampiun Liga Kansas 1996/97. Di periode keduanya (2004-2010), lagi-lagi Anang menyumbangkan satu gelar juara Divisi Utama 2004 dan satu titel kampiun Divisi Satu 2006.

Eks pemain internasional Indonesia dikenal sebagai pemain yang berpenampilan rapi di dalam lapangan dan nyaris tak pernah melakukan takling berbahaya bagi lawannya. (*)

Continue Reading

Pemain

Batu Karang Itu Justino Pinheiro

Published

on

Lini belakang Persebaya Surabaya beruntung sempat diperkuat oleh legiun asing asal Brazil bernama Justino Pinheiro da Silva di musim 1996/97. Diketahui bahwa kedatangan Justino ke Indonesia ternyata diajak oleh kompatriotnya Jacksen F. Tiago.

Kemampuan pemain bernomor punggung enam belas ini komplet. Piawai dan lugas dalam bertahan serta mampu mencetak gol disaat dibutuhkan. Dalam formasi paten 3-5-2 ketika itu, nama Justino selalu hadir di lini belakang Green Force bersama-sama dengan Bejo Sugiantoro dan Khairil Anwar Ohorella/Mursyid Effendi.

Semusim bersama Tim Bajul Ijo, Justino mencetak empat gol dan ikut berkontribusi aktif menyumbangkan gelar juara Liga Kansas 1996/97.

Dan hari ini (25 Juli), pada tanggal 23 tahun silam, Justino mencetak gol penentu lolosnya Persebaya Surabaya ke partai final Liga Kansas 1996/97 setelah menumbangkan seteru klasik, PSM Makassar dengan skor 3-2.

Diketahui bahwa Justino Pinheiro da Silva telah meninggal dunia beberapa tahun yang lalu di Brazil. Semoga arwahnya diterima disisi-Nya. (*)

Continue Reading

Trending