Pemain Persebaya Yusuf Ekodono (kiri) dihadang gelandang Putra Samarinda Yusuf Mardani dalam pertandingan Liga Dunhill Indonesia I di Gelora 10 Nopember Surabaya, 14 Desember 1994. Persebaya menang 2-0 melalui gol Ahmad Said (78′) dan Agus Salim 81′). (Foto: Kholili Indro)

Persebaya terjun di edisi perdana Liga Indonesia untuk musim 1994/1995. Kompetisi ini adalah peleburan kompetisi Galatama dan kompetisi Perserikatan menjadi satu kompetisi profesional, yaitu kompetisi Liga Indonesia dengan sponsornya pabrik rokok Dunhill. Sehingga namanya berganti menjadi Liga Dunhill.

Kompetisi dimulai pada 27 November 1994. Di hari itu, Persebaya  yang bertindak sebagai tuan rumah mengandaskan salah satu seteru besarnya di era Perserikatan, PSM Makassar, dengan skor tipis 1-0. Pertandingan yang ditonton oleh lebih kurang 20.000 pasang mata ini berlangsung ketat dan keras. Wasit Widianto Nugroho asal Semarang yang memimpin pertandingan ini mengeluarkan tiga buah kartu kuning. Dan semuanya untuk para pemain Green Force, yaitu Mursyid Effendi, Parlin Siagian dan Heri Saptono.

Anak asuhan pelatih Mudayat ini unggul melalui gol tunggal Achmad Said di menit ke-47. Gol ini terjadi karena Ahmad Said mampu memanfaatkan umpan silang mendatar Yusuf Ekodono di sektor kiri pertahanan PSM Makassar. Ahmad Said adalah pemain asal Malang yang lahir pada 29 Maret 1970. Ia berasal dari klub anggota Persebaya, KSI (Kedaung Setia Indonesia). Saat berlaga, Ahmad Said masih berusia 24 tahun. (iwe/dpp)

*Data diolah dari berbagai sumber dan Pemerhati Sejarah Persebaya.