Di medio dekade tahun 1990-an, mencuatlah nama striker tajam berpostur jangkung dari Bulgaria bernama Lyuboslav Penev yang memperkuat klub Atletico Madrid (Spanyol). Bersama dengan Krassimir Balakov dan Hristo Stoichkov, bertiga menguncang panggung Piala Dunia 1994 Amerika Serikat dengan mampu menduduki peringkat keempat turnamen bergengsi ini.

Kesuksesan Bulgaria inilah yang mungkin ingin ditiru oleh Persebaya Surabaya dengan merekrut pemain-pemain asing dari Jazirah Carpathia ini. Salah satunya adalah Nedyo Ivanov Nedev.

Jika di masa kini Anda mengenal Amido Balde (Guinea-Bissau) sebagai striker jangkung yang pernah memperkuat Persebaya Surabaya dengan tinggi badan 193 cm, maka di masa lalu terselip nama Nedyo Ivanov Nedev (Bulgaria) yang memiliki tinggi badan 192 cm dan memperkuat Tim Bajul Ijo di paruh kedua musim Liga Dunhill Indonesia II 1995/96.

Perbedaan dengan Amido Balde adalah postur Nedev lebih kekar dan berisi serta lebih mirip pemain gulat WCW. Selain itu hampir 70% gol yang dicetak oleh Nedev dilakukan melalui sundulan kepala. Berbeda dengan Balde yang lebih sering mencetak gol melalui kedua kakinya.

Nedev didatangkan oleh pengurus Persebaya untuk menggantikan striker asing asal Yugoslavia, Nadoveza Branko, yang “mejen” gol dan penampilannya cenderung biasa-biasa saja.

Selama setengah musim bermain bersama Aji Santoso dkk, pria bernomor punggung 22 ini menjaringkan tujuh gol dari tiga belas kali penampilan. Tanggung? Bisa jadi.

Ingat dengan pemain jangkung ini?
(dpp)