Jika klub Manchester United di jelang akhir tahun 90-an memiliki Ole Gunnar Solskjaer sebagai “super-subs”, maka Persebaya Surabaya memiliki sosok yang sama bernama Jatmiko.

Alumnus klub Indonesia Muda ini seringkali menjadi kartu As bagi Tim Bajul Ijo ketika rekan-rekan setimnya “mejen” (bahasa Indonesia:susah) mencetak gol. Jatmiko kerap mencetak gol-gol krusial bagi Persebaya Surabaya. Disamping itu Jatmiko sering memberikan umpan-umpan berujung gol bagi pemain Persebaya lainnya.

Arek Ambengan ini mulai masuk Persebaya Sr. di Liga Dunhill II 1995/96 dibawah pelatih Alexander Dimitrov “Sasho” Kostov. Teknik dan kecerdasan bermainnya semakin meningkat tatkala Rusdy Bahalwan yang memang gemar memaksimalkan talenta-talenta muda mulai melatih Persebaya Surabaya di Liga Kansas 1996/97.

Satu gelar juara Liga Kansas 1996/97 menjadi prestasi terbaik pemain bernomor punggung sebelas ini bersama Green Force.

Jatmiko bertahan di Wisma Karanggayam hingga akhir musim Liga Bank Mandiri VI 2000. Sebelum akhirnya memperkuat Persela Lamongan untuk waktu yang cukup lama.