Pemain Persibaja vs Persis Solo di tahun 1942
Pemain Persibaja vs Persis Solo di tahun 1942

Perang Surabaya, yang diperingati pada tanggal 10 November setiap tahunnya, banyak memakan korban jiwa. Baik di pihak Inggris maupun Indonesia. Dari pihak Indonesia, hingga akhir November tak kurang dari 16.000 orang tewas. Sementara di pihak Inggris diperkirakan 600 prajurit tewas, termasuk dua orang jenderal, Brigadier AWS Mallaby dan Brigadier Robert Guy Loder-Symonds.

Rakyat Surabaya yang tak mau kembali dikuasai oleh Bangsa Asing, langsung mengangkat senjata untuk melawan. Bung Tomo membakar semangat Arek-Arek Suroboyo melalui pidato-pidato heroik di radio. Sedangkan Pimpinan NU, K.H. Hasyim Asyari mengeluarkan Resolusi Jihad yang terkenal itu pada tanggal 22 Oktober 1945. Alhasil, bantuan datang dari seluruh penjuru Indonesia. Ditambah lagi semua elemen masyarakat di Surabaya berperang habis-habisan melawan kecongkakan Inggris. Dengan menggunakan persenjataan apa saja yang bisa digunakan untuk melawan Inggris, salah satu negara pemenang Perang Dunia ke-2.

Tak terkecuali bagi Soegiarto, pemain belakang Persibaja Soerabaja. Yang menggantung sepatunya dan menggantinya dengan mengangkat senjata melawan Inggris. Tergabung dengan Laskar Rakyat, Soegiarto dan para pejuang lainnya mencoba mempertahankan Alun-Alun Contong dari serbuan Tentara Inggris. Ketika Alun-Alun Contong jatuh ke tangan Inggris dan kemudian Inggris mencoba menguasai sisi Selatan Kota Surabaya, pecahlah pertempuran di seluruh penjuru Kota Surabaya. Soegiarto dan kawan-kawan yang kalah persenjataan kemudian mundur ke daerah Kapasari dan Tambaksari. Dinukil dari buku berjudul “Citra Kepahlawanan Bangsa Indonesia di Surabaya” karya Blegoh Sumanto dan buku “Pertempuran 10 November 1945 Kesaksian & Pengalaman Seorang Aktor Sejarah karya Bung Tomo”, diketahui bahwa kala itu tanggal 15 November 1945, di daerah ini pula terjadi tembak menembak hebat antara kedua belah pihak. Di kawasan Van Sandeict (yang sekarang dikenal sebagai Jl. Residen Sudirman), Soegiarto tertembak dan gugur di medan perang.

Soegiarto diketahui adalah Arek Ngaglik, yang ikut membawa Persibaja Soerabaja meraih peringkat kedua setelah kalah dari PSIM Mataram dalam Pekan Olah Raga Ikatan Sport Indonesia 1942 dan runner-up kompetisi Perserikatan 1942 dibawah Persis Solo. (dpp)