Imbas dari hasil buruk di Liga Bank Mandiri VIII 2002, Persebaya akhirnya harus terdegradasi ke Divisi Satu untuk musim kompetisi tahun 2003. Ya benar, untuk pertama kalinya dalam sejarah klub, Persebaya Surabaya harus merasakan kompetisi kasta kedua di Indonesia.

Pengurus Persebaya melalui Ketua Umum-nya, Walikota Surabaya Bambang D.H., kemudian bergerak cepat untuk membentuk tim yang layak berkompetisi di kompetisi Divisi Satu. Untuk manajer tim, ditunjuklah H. Soeroso Mangunsubroto. Sedangkan pelatih tim ditunjuklah putra lokal asli Surabaya, Muhammad Zein Al Haddad.

Pasca terdegradasi, beberapa pemain inti Persebaya Surabaya meninggalkan klub yang bermarkas di Karanggayam ini. Diantaranya Bejo Sugiantoro, Uston Nawawi dan Agung Widodo. Beruntung beberapa pemain senior yang masih bertahan. Tiga diantaranya adalah Abdul Kirom, Khairil Anwar Ohorella dan Mursyid Effendi. Tiga nama pemain senior ini akan bahu membahu dengan nama-nama pemain muda terdahulu seperti Basuki, Mat Halil, Choirul Anam, Endra Prasetya dan Rahel Tuasalamony. Mereka akan bahu-membahu dengan rekrutan terbaru Persebaya seperti Erik Setiawan, Rahmat Affandi, Muhammad Irfan Junaidi (mereka bertiga adalah jebolan Timnas Indonesia U-19), May Rahman, Gunawan dan Bayu Cahyo.

Persebaya pun tak lupa untuk memaksimalkan kuota tiga orang pemain asingnya. Mereka adalah midfielder Brice Fomegne (Kamerun), striker Adelio Salinas (Paraguay) dan bek tengah Leonardo Gutierrez (Chili).

Kompetisi pun akhirnya dimulai. Persebaya memulai laga perdananya di kandang sendiri melawan  Persid Jember pada tanggal 13 April 2003. Di pertandingan ini Persebaya menang tipis 1-0 atas tamunya melalui gol tunggal Rahel Tuasalamony di menit ke-54. Inkonsistensi performa dan perrmainan di sepanjang putaran pertama membawa korban. Muhammad Zein Al Haddad dicopot dari jabatan pelatih. Penggantinya adalah Jacksen F. Tiago, mantan bintang Persebaya Surabaya. Sedangkan dua pemain asing yang flop, Brice Fomegne dan Adelio Salinas dicoret dari tim. Dua slot pemain asing ini diisi oleh Alfredo Figueora (Chili) dan Dejan Antonic (Montenegro), juga mantan pemain Persebaya Surabaya. Selain itu terjadi pergantian manajer tim. Dari H. Soeroso Mangunsubroto menjadi Haruna Soemitro.

Rentetan pergantian ini rupanya membawa dampak signifikan terhadap performa Persebaya. Penampilan Mursyid Effendi dkk begitu mengkilap di kandang sendiri dan tahan banting ketika bermain di luar kandang. Hasilnya akhirnya bisa ditebak, Persebaya Surabaya muncul sebagai Juara Kompetisi Divisi Satu 2003 dan berhak atas tiket promosi otomatis ke Kompetisi Divisi Utama Liga Bank Mandiri X 2004. (dpp)