Pada tanggal 27 November 1990, 28 tahun silam. Persebaya Surabaya dengan skuat pemain muda hasil kompetisi internal mampu muncul menjadi kampiun Piala Utama 1990.

Yusuf Ekodono Mengangkat Trofi Sepatu Emas (arsip Harie_Selty)

Pada laga final di Stadion Utama Senayan, Jakarta, Persebaya Surabaya sebagai wakil dari Kompetisi Perserikatan menyudahi perlawanan klub kuat penghuni Kompetisi Galatama, Pelita Jaya dengan skor 3-2 (0-1). Tim asuhan Rusdy Bahalwan, Soebodro, Zulkifli Yasin dan Totok Risantono ini tertinggal terlebih dahulu melalui gol yang dicetak oleh Alexander Saununu yang dicetak di menit ke-35. Kemudian Persebaya membalas melalui gol yang dihasilkan oleh Yusuf Ekodono lima menit setelah restart babak kedua. Anak asuhan pelatih Benny Dollo ini unggul lagi lima menit berselang melalui Noach Meriem. Nyaris setengah jam kemudian Yusuf Ekodono mencetak gol keduanya dan membuat keadaan imbang 2-2. Kedudukan imbang ini bertahan hingga 90 menit babak utama usai. Menit ke-95, Winedy Purwito mencetak gol kemenangan dari jarak dekat memanfaatkan kesalahan tangkapan bola kiper Listyanto Rahardjo. Bola tendangan penjuru Seger Sutrisno keras dan terarah menghunjam area tengah gawang “The Commandos” yang tak bisa diantisipasi oleh sang kiper. Pada akhirnya skor 3-2 ini bertahan hingga peluit panjang ditiup. Dan Persebaya Surabaya berhak atas Piala Utama 1990.

Selain sebagai juara, gelar individual pun diraih oleh salah seorang pemain Persebaya Surabaya. Dia adalah Yusuf Ekodono yang muncul sebagai Top Skor dengan 6 gol. (dpp)