Persebaya Surabaya menyongsong musim keempat Liga Indonesia 1997/98 dengan semangat membara dan tekad untuk mempertahankan titel juara yang diraih musim sebelumnya. Dengan materi pemain dan struktur tim pelatih yang nyaris tak berubah membuat misi ini tampaknya menjadi hal yang tidak mustahil untuk diraih.

Di sektor pemain asing, Justino Pinheiro dan Carlos de Mello yang tidak diperpanjang kontraknya digantikan posisinya oleh Julio Cesar da Costa dan Luciano Lacerda da Silva yang juga berasal dari Brazil. Sedangkan di sektor pemain lokal, manajemen bergerak cepat dengan mengkontrak penjaga gawang Hendro Kartiko, metronom lini tengah Marzuki Badriawan, Putut Widjanarko dan ujung tombak Gatot Indra. Di detik-detik terakhir Persebaya Surabaya mengkontrak ujung tombak asal Tanzania, Ali Shaha Ali untuk menambah daya dobrak tim.

Pelatih Rusdy Bahalwan memulai pertandingan pertamanya di musim ini dengan menjamu Arema Malang di Stadion Gelora 10 November Tambaksari, Surabaya pada tanggal 16 November 1997. Pertandingan berlangsung meriah dan disaksikan oleh tak kurang 35.000 pasang mata yang memadati stadion. Pada pertandingan yang disiarkan secara langsung oleh salah satu stasiun televisi swasta nasional ini, Tim Bajul Ijo ditahan imbang 0-0 oleh Tim Singo Edan.

Di musim ini, Persebaya Surabaya mengalami kekalahan pertamanya ketika bermain di Stadion Agus Salim, Padang saat melawan Semen Padang pada tanggal 17 Desember 1997. Saat itu Arek-Arek Green Force tumbang 1-0 dari Tim Kabau Sirah.

Karena terpilih menjadi pelatih Tim Nasional Indonesia untuk ajang Piala Tiger 1998, Rusdy Bahalwan harus mundur dari Tim Persebaya Surabaya. Sebelum ditinggalkan oleh Rusdy, catatan pertandingan Green Force adalah 3 kali menang, 3 kali seri dan sekali kalah. Dengan gol memasukkan dan kemasukkan 8 gol berbanding 4 gol.

Penggantinya Rusdy adalah asisten pelatih Subodro. Debut Bodem, sapaan akrab Subodro, dimulai ketika Persebaya Surabaya melakoni laga kandang big match melawan lawan klasik di era Perserikatan, Persija Jakarta pada tanggal 26 Maret 1998. Hasil debutnya berkesan mendalam. Tim Bajul Ijo menumbangkan Tim Macan Kemayoran 1-0 melalui gol tunggal Yusuf Ekodono di menit ke-39.

Sepanjang musim ketika dilatih oleh Subodro, perjalanan Persebaya Surabaya terbilang mulus. Hanya tersentuh sebuah kekalahan 2-1 di Tangerang melawan Persita Tangerang. Dan bercokol di puncak klasemen Wilayah Barat dengan 28 poin dan menyisakan satu pertandingan sisa melawan Semen padang di kandang sendiri. Rekor Bodem di musim ini adalah 5 kali kemenangan, sekali hasil imbang dan sekali kalah. Jumlah gol memasukkan 9 dan kebobolan sebanyak 4 gol.

Sayang seribu sayang. Disaat Persebaya Surabaya sedang bagus-bagusnya, kompetisi harus dihentikan karena alasan keamanan dalam negeri yang tidak kondusif. (dpp)