Foto: Bajulijo.net

Siapa mengenal nama Mudayat? Generasi jaman sekarang mungkin tak banyak yang mengenal mantan pemain dan mantan pelatih Persebaya ini.

Mudayat dilahirkan di Surabaya pada 15 Desember 1940. Arek Kedung Sroko ini di saat menjadi pemain berposisi menjadi gelandang bertahan yang tangguh dan handal. Oleh karenanya, dia dipanggil untuk memperkuat Timnas Indonesia untuk Asian Games 1966.

Rekan seangkatannya di Persebaya tahun 1960-an adalah Jacob Sihasale, Mardi Santoso dan Bob Hippy.

Karier kepelatihan almarhum dimulai sejak membawa Persebaya Jr. (dulu namanya Persebaya Sawunggaling) menjuarai Piala Suratin 1976. Di tahun berikutnya, Mudayat naik posisi menjadi asisten pelatih tim senior menemani M. Basri. Posisi pelatih utamanya sendiri dijabat oleh J.H. Hattu.

Ilmunya semakin lengkap tatkala Persebaya mampu meraih gelar Juara Perserikatan 1977. Ditambah lagi sejumlah partai-partai melawan tim dari mancanegara semakin menambah wawasannya,

Di era sepakbola profesional dengan baju bernama Liga Indonesia, Mudayat sempat melatih Persebaya  selama semusim. Yakni di musim perdana Liga Dunhill 1994-95. Tak sendirian, Mudayat melatih tim kebanggaan Arek-Arek Suroboyo ini bersama Tabrian D.S. dan Setyo Kusmedi. Hasil akhir tim yang dilatihnya adalah peringkat 9 dari 17 kontestan.

Nama harum Mudayat hanya bisa dikenang di benak kita. Mudayat meninggal pada 20 Oktober 2013 di usia 73 tahun. Selamat jalan Abah Dayat. (dpp)