Berbeda dengan pelaksanaan kompetisi di dua musim sebelumnya. Kali ini sponsor utama kompetisi berubah dari Dunhill menjadi Kansas. Oleh karenanya penamaan kompetisi berubah menjadi Liga Kansas. Meski jenis sponsor utama ini tak jauh-jauh dari produk rokok dan sejenisnya.

Format kompetisi pun berubah dari sebelumnya dua wilayah : Barat dan Timur. Kali ini menjadi tiga wilayah : Barat, Tengah dan Timur. Dengan jumlah kontestan 33 tim.

Setelah dua musim sebelumnya gagal menembus babak 12 besar, Ketua Umum Persebaya Surabaya yang juga Walikota Surabaya, Sunarto Sumoprawiro mencanangkan beberapa perubahan signifikan.  Diantaranya merekrut pelatih bertangan dingin yang juga legenda Persebaya, Rusdy Bahalwan. Dilanjutkan dengan perekrutan pemain-pemain muda berkualitas yang ada di Jawa Timur dan jebolan kompetisi internal Persebaya. Lalu dilanjutkan dengan mengontrak pemain-pemain asing yang sudah berpengalaman bermain di Indonesia.

Pada akhirnya pada susunan pemain Persebaya Surabaya dihiasi oleh pemain-pemain berkualitas. Hasil dari masukan-masukan pemain senior dan kinerja tim pelatih serta pengurus klub. Nama-nama seperti Aries Rinaldi, Bejo Sugiantoro, Aji Santoso, Mursyid Effendi, Hartono, Yusuf Ekodono, Chairil Anwar, Uston Nawawi, Agus Murod Alfarizi, Eri Irianto, Abdul Kirom, Jatmiko hingga trio pemain asing asal Brazil seperti Jacksen F. Tiago, Carlos de Mello dan Justino Pinheiro adalah bukti nyata kekuatan sinergi itu.

Singkatnya, Persebaya Surabaya saat itu menjelma menjadi The Dream Team. Karena dihuni oleh banyak nama-nama besar dan talenta-talenta muda berbakat yang mantan penghuni timnas berbagai level dan bakal menjadi besar juga nantinya.

Satu persatu lawan ditundukkan oleh Aji Santoso dkk. Persebaya Surabaya tampil sangat superior, lebih-lebih ketika bertanding di hadapan pendukungnya di Surabaya. Di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari, Surabaya, Green Force tak pernah tersentuh kekalahan. Bahkan seri sekalipun.

Tercipta juga rekor jumlah gol dalam sekali pertandingan di musim ini. Yakni kemenangan 9-0 atas tamunya Persijatim Jakarta Timur. Ini adalah rekor mencetak gol terbanyak Persebaya Surabaya sepanjang masa dalam satu pertandingan resmi.

Pada akhirnya, Persebaya Surabaya bablas menjadi kampiun Liga Kansas 1996/97. Di partai final, pasukan Rusdy Bahalwan ini menggasak finalis musim sebelumnya, Bandung Raya, dengan skor 3-1. (dpp)