Liga Indonesia II atau secara umum dikenal dengan nama Liga Dunhill II resmi digelar pada bulan Juli 1995. Persebaya yang di musim sebelumnya terperosok di peringkat 9 Wilayah Timur bersiap menyongsong musim kompetisi yang baru.

Di musim inilah klub-klub eks Kompetisi Perserikatan diperkenankan menggunakan pelatih dan pemain asing. Persebaya bersama Ketua Umumnya yang baru, yaitu Walikota Surabaya Sunarto Sumoprawiro bertekad menembus babak final pada kejuaraan musim ini. Di bawah Manajer Letkol (Inf) Budiyanto, Persebaya melakukan pembenahan-pembenahan signifikan di semua lini.

Di antaranya merekrut pelatih asing pertama. Pilihan jatuh kepada Aleksandar Dimitrov Kostov asal Bulgaria. Pria paruh baya ini datang dengan seabrek portofolio nan mentereng. Wajar jika ketika itu dia direkrut untuk menangani Tim Bajul Ijo. Pria ini akrab dipanggil Sasho dikalangan awak media dan para suporter Bonek.

Setelah pelatih sudah ditentukan, kemudian merekrut pemain asing. Tiga kuota pemain asing semuanya dilengkapi oleh Persebaya. Mereka adalah Dejan Antonic (Yugoslavia) di posisi pemain tengah, Plamen Illiev Kazakov (Bulgaria) sebagai pemain tengah, dan terakhir Nadoveza Branko (Yugoslavia). Dan uniknya semua berasal dari Eropa Timur. Mungkin para pengurus masa itu terinspirasi ingin mengikuti kesuksesan Dejan Glusevic (Yugoslavia) yang sukses besar bersama Pelita Jaya.

Para pemain-pemain asing tersebut kemudian berkolaborasi dengan pemain-pemain lokal yang memiliki nama di Surabaya dan Indonesia. Sebut saja Yusuf Ekodono, Sugiantoro, Hartono, Dodik Suprayogi, Anang Ma’ruf hingga Mursyid Effendi.

Sebetulnya langkah Persebaya di musim ini bisa dibilang bagus. Dan ini terjadi di putaran pertama. Di putaran pertama, Persebaya menempati posisi kelima pada klasemen sementara. Namun segalanya berubah tatkala memasuki putaran kedua. Mereka akhirnya harus puas menempati posisi ketujuh di klasemen akhir. Selisih satu angka dari peringkat keenam Putra Samarinda yang lolos ke Babak 12 Besar. Tragis! Saya jadi teringat akan judul rubrik olahraga di Harian Jawa Pos ketika itu. “Mbendol Mburi” yang intinya para pengurus Persebaya menyesalkan susunan jadwal pertandingan yang berat.

Di Liga Dunhill II ini pulalah Persebaya memecahkan rekor transfer pemain lokal. Yakni proses kepindahan Aji Santoso, bek sayap kiri nasional asal Malang yang sebelumnya memperkuat Arema Malang. (dpp)